Kamis, 23 Februari 2012

Satelit Pertama Indonesia Rayakan Ultah Kelima


Satelit pertama buatan Indonesia, Lapan-Tubsat, merayakan ulang tahun kelima tahun ini. Satelit ini diluncurkan pada 10 Januari 2007 dari Sriharikota, India. Umur 5 tahun merupakan sebuah prestasi sebab banyak satelit sejenis Lapan-Tubsat hanya berumur 2 tahun.
"Pada ulang tahun kelima, kondisi satelit masih sangat sehat. Kita masih bisa mendapatkan datanya walaupun ada penurunan kualitas sebab satelitnya makin turun," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bambang S Tejasukmana, Rabu (22/2/2012).
Selama lima tahun mengorbit, Tubsat telah mendapatkan data hasil penginderaan, seperti pemantauan gunung meletus, kebakaran hutan, serta permukaan Bumi yang telah digunakan oleh instansi kehutanan dan pertanian. Sebagai peringatan ulang tahun, hari ini LAPAN mengadakan seminar "Lima Tahun Satelit Lapan-Tubsat di Orbit dan Pengembangan Satelit Berikutnya". Seminar dihadiri kalangan LAPAN, Institut Pertanian Bogor, Masyarakat Penginderaan Jauh, dan sebagainya.
Dalam seminar ini, dilakukan pula penyerahan data hasil penginderaan jauh Lapan-Tubsat kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Lewat penyerahan arsip itu, masyarakat diharapkan bisa mempelajari permukaan Bumi lewat hasil penginderaan Lapan-Tubsat.
Tejasukmana mengatakan, LAPAN akan terus fokus pada pengembangan satelit. Tahun ini, LAPAN merencanakan peluncuran satelit Lapan A2 dan Lapan A3 yang didesain untuk mendukung program mitigasi bencana dan ketahanan pangan.
Lapan-Tubsat dirancang saat LAPAN dipimpin oleh Mahdi Kartasasmita (2001-2005). Satelit ini mengorbit pada ketinggian 650 km dan berbobot 57 kg. Lapan-Thubsat berorbit polar, mengelilingi Bumi dengan melewati kutub utara dan melewati wilayah Indonesia dua kali sehari.