Tampilkan postingan dengan label Dunia Antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Antariksa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2012

China Bakal Kirim Astronot Perempuan ke Antariksa

Tiangong 1, modul stasiun antariksa Cina yang diluncurkan bulan lalu.
BEIJING | China berencana mengirimkan perempuan pertama dari negara tersebut ke antariksa. Menurut Xinhua, Senin (12/3/2012), hal tersebut terlihat dari disertakannya astronot perempuan dalam pelatihan.

China sudah merencanakan misi antariksa yang melibatkan 3 astronot dalam modul Tiangong-1 miliknya yang sudah ada di orbit Bumi. Misi akan dilakukan antara bulan Juni-Agustus dengan Shenzou (Kendaraan Dewa) IX.

Saat ini, sejumlah astronot, termasuk beberapa astronot perempuan, tengah dilatih untuk melakukan docking. Nantinya, akan dipilih 3 orang untuk diberangkatkan.

Direncanakan, setelah berhasil docking, tiga orang kru yang dikirim akan berada sementara di Tiangong-1 untuk melakukan beberapa eksperimen.

Training dan misi yang dilakukan nanti adalah bagian dari target China untuk mewujudkan stasiun luar angkasa China permanen pada tahun 2020.

Pada November 2011 lalu, pesawat tanpa awak Shenzou VIII milik China telah kembali ke Bumi setelah menuntaskan misi ke Tiangong-1 yang diluncurkan pada bulan September 2011.

China telah mengikutsertakan astronotnya ke antariksa sejak tahun 2003. Namun, belum ada satu pun perempuan dari negara itu yang dikirim. Jika ada perempuan yang dikirim pada misi nanti, maka dia akan menjadi astronot perempuan berkebangsaaan China pertama yang dikirim ke antariksa. 

Minggu, 04 Maret 2012

Jaringan NASA Dibobol dari China

Sejumlah data penting misi NASA milik di tangan peretas (www.space.com)

Badan Angkasa Luar Amerika Serikat (NASA) telah mengungkap sejumlah insiden peretasan sistem oleh para hacker. Sebanyak 13 jaringan utama berhasil ditembus. Ini tindakan kriminal yang membahayakan sistem keamanan nasional Amerika Serikat.

Inspektur Jenderal NASA,  Paul Martin menyatakan,  pihaknya menemukan, pembobolan oleh hacker ini terjadi sejak November tahun lalu melalui jaringan internet di Cina, yang menembus jaringan  Laboratorium Jet Propulsion. Untuk diketahui, Jet Laboratorium Propulsion, sedang mengelola 23 pesawat angkasa untuk melakukan misi ke planet Jupiter, Mars dan Saturnus.

Dia mengatakan bahwa hacker mendapatkan sistem akses lengkap, yang memungkinkan untuk melakukan perubahan, menyalin data, atau menghapus dokumen penting, dengan membuat data baru dan memasukkan semua data yang memungkinkan akan adanya pencurian data NASA lainnya. Hacker ini juga mampu menyembunyikan identitas untuk menyembunyikan aksinya ini.
Seperti yang diungkapkan Martin, bahwa penyusup tersebut, dikaji telah memanfaatkan semua data yang penting, dan memberikan kesempatan 'pembajak' lain untuk masuk ke dalam akses ini.

Dalam serangan lain pada tahun lalu, penyusup mencuri lebih dari 150 sistem NASA. Martin mengatakan bahwa kantornya mengidentifikasi bahwa ribuan sistem keamanan komputer di lembaga tersebut pada tahun 2010 dan 2011.
Dia menambahkan bahwa NASA bergerak terlalu lambat untuk mengenkripsi atau mengacak data pada laptop dan komputer untuk melindungi informasi penting di dalamnya agar tidak jatuh ke tangan yang salah.

Sementara, Juru Bicara NASA mengatakan kepada Reuters mengatakan bahwa pada hari Jumat, lembaga telah mengimplementasikan rekomendasi untuk pembuatan perlindungan jaringan oleh lembaga inspektur umum. "NASA menanggapi isu keamanan jaringan komputer ini dengan sangat serius, dan tidak ada yang dapat disampaikan saat operasi di stasiun luar angkasa internasional dalam keadaan bahaya karena adanya pencurian data," ujar Michael Cabbagehe, juru bicara NASA.

Angkatan Udara Membatalkan Pembelian iPad
Angkatan Udara Amerika Serikat, pada Jumat lalu mengatakan bahwa pihaknya telah membatalkan rencana untuk ribuan paket untuk para anggotanya dengan fasilitas iPad komputer tablet generasi kedua dari perusahaan Apple, namun pihak Amerika membantah hal tersebut karena perangkat lunak ini juga diinginkan digunakan ke dalam jaringan mobile phone yang juga dikembangkan oleh Rusia.

Dua hari lalu, situs berita Nextgov menyatakan bahwa sekitar 2.861 iPad akan dilengkapi aplikasi GoodReader, yakni program dokumen elektronik yang dikembangkan oleh Rusia.

Perangkat ini dapat digunakan untuk menyimpan dan memperbarui informasi penerbangan, peraturan dan perintah, serta pengadaan dokumen lain.

"Pembatalan ini bukan kekhawatiran yang disebabkan oleh GoodReader," ujar Matt Durham, juru bicara Komando Operasi Khusus Angkatan Udara Amerika Serikat.

Dia mengatakan pembatalan pada minggu ke-enam diikuti keputusan untuk pengadaan yang seharusnya tidak dibiarkan sebagai bisnis yang kecil.
Para anggota militer dan pemerintah telah menempatkan peningkatan untuk menguatkan 'rantai keamanan' dan memastikan bahwa perangkat keras, perangkat lunak dan semua komponen tidak dapat 'dibobol' oleh bangsa lain.
Hal ini sebagai tantangan karena begitu banyak komponen datang dari negera luar. Bahkan perusahaan-perusahaan Amerika sering mengajukan kontrak untuk program kerja dengan bangsa lain.

Mike Jacobs yang memimpin program keamanan nasional untuk perangkat di Amerika Serikat, mengatakan bahwa dia telah menggagalkan beberapa jaringan lunak yang terenkripsi dalam sebuah kode dalam hitungan detik setelah pemasok perangkat lunak untuk Amerika Serikat mempelajari beberapa kode kecil buatan Rusia.
 

Kamis, 23 Februari 2012

LAPAN Akan Luncurkan Satelit Baru Tahun Ini


BOGOR — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) kini merencanakan peluncuran satelit baru, Lapan A2 (ORARI), setelah sukses menjalankan misi satelit Lapan-Tubsat selama 5 tahun. Satelit tersebut rencananya akan diluncurkan dari India.
"Kami terus bernegosiasi dengan India untuk bisa meluncurkan satelit pada semester kedua tahun ini, sekitar September sampai Desember," kata Kepala Lapan Bambang S Tejasukmana, Rabu (22/2/2012), dalam seminar "Lima Tahun Satelit Lapan-Tubsat di Orbit dan Pengembangan Satelit Berikutnya" di Bogor.
Ditargetkan, satelit bisa dibawa ke India pada bulan Juni 2012 untuk menjalani tes kelayakan sesuai persyaratan India. Rencananya, satelit juga akan diluncurkan dengan roket India.
Satelit Lapan A2 merupakan satelit yang dirancang Lapan lewat kerja sama dengan Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari). Satelit diharapkan bisa membantu komunikasi dan mitigasi bencana.
"Dengan satelit ini kita bisa melihat tempat bencana secara langsung dan membantu komunikasi saat bencana," ungkap Bambang.
Bambang menguraikan, Lapan A2 memiliki dua kamera dengan jangkauan 12 km atau dua kali lipat dari satelit Lapan-Tubsat. Satelit ini memiliki orbit ekuatorial dan akan melewati Indonesia 14 kali sehari.
Setelah peluncuran Lapan A2, Lapan juga akan meluncurkan Lapan A3 tahun 2013. Satelit dikembangkan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan bertujuan membantu sistem ketahanan pangan nasional.
"Dengan satelit ini, kita akan bangun meteran beras. Meteran yang dipakai saat ini sudah dari tahun 1972, sudah tumpul," kata Mahmud Arifin Raimadoya dari IPB.
Lapan A3 akan membantu memprediksi produksi beras berdasarkan area penanaman. Sistem ini nantinya diharapkan bisa memperbaiki pola subsidi pertanian sehingga lebih menyejahterakan petani.
Bambang menuturkan, Lapan A3 membawa imager yang lebih bagus sehingga mampu menggambarkan area dengan lebih tajam dan akurat. Kemampuan satelit ini sudah memenuhi standar dunia. 

Kamis, 09 Februari 2012

Rahasia Lingkungan Luar Tata Surya Terkuak


Rahasia lingkungan di luar Tata Surya sedikit terungkap setelah beberapa ilmuwan menemukan bahwa lingkungan di luar pengaruh Matahari berbeda, serta jauh lebih aneh dari yang dibayangkan.

Perbedaannya adalah pada jumlah oksigen. Ada lebih banyak oksigen yang terdapat di Tata Surya daripada di interstellar atau wilayah antarbintang.

Ilmuwan belum mengetahui sebabnya. Namun, ada kemungkinan materi yang mendukung kehidupan tersembunyi di debu atau es angkasa.

"Kami menguak teka-teki besar bahwa material di luar Tata Surya berbeda dengan yang ada di dalam," kata David McComas dari Southwest Research Institute, Texas, seperti dikutip AP, Selasa (31/1/2012).

Terkuaknya teka-teki ini tak lepas dari jasa wahana antariksa Interstellar Boundary Explorer (Ibex), yang diluncurkan tahun 2008. Wahana antariksa itu diutus untuk mempelajari lingkungan batas Tata Surya di mana aliran partikel dari Matahari bertumbukan dengan gas dingin di area antarbintang.

Mengelilingi dari jarak 320.000 km di atas Bumi, Ibex mendeteksi partikel yang mengalir ke Tata Surya. Gelembung pelindung yang mengelilingi Matahari dan planet mencegah radiasi kosmik masuk, tetapi partikel netral bisa lewat dengan mudah sehingga Ibex bisa mengetahui distribusinya.

Meski lingkungan luar Tata Surya memiliki oksigen lebih sedikit, hal ini tak selayaknya menjadi alasan dihentikannya pencarian planet mirip Bumi.

Geoff Marcy dari Universitas California Berkeley mengatakan, ada banyak oksigen di bintang lain dalam wilayah Bimasakti dan di luar wilayah tempat biasa terbentuk bintang dan planet.

Ilmuwan juga masih bisa berharap pada hasil penelitian wahana antariksa Voyager yang diluncurkan tahun 1977 dan mengeksplorasi perbatasan Tata Surya sejak 2004. Dalam beberapa bulan lagi, Voyager akan memasuki wilayah antarbintang dan siap menguak rahasia lain. 

Senin, 07 November 2011

10 Pesawat Tercepat

1. Space Shuttle

Anda mungkin sudah pada tahu apa itu SPACE SHUTTLE! Betul banget.. mesin yang digunakan sebagai roket pendorong untuk pesawat ulang alik. Roket pendorong ini pertama kali dibuat oleh NASA pada 1981. Dan memiliki kecepatan 20.000 mil per jam, sedangkan kecepatan rata-ratanya adalah 17.500 mil per jam.

2. X-43A
gambar saat pesawat lepas dari Induk-nya

Pesawat ini dibangun oleh NASA, dan digunakan pada waktu-waktu tertentu, misalnya untuk tujuan observasi, mata-mata dan lain sebagainya. Pesawat ini berhasil memecahkan rekor dunia penerbangan berkecepatan tinggi pada bulan November 2004, yaitu 7.500 mil per jam.

3. X-15

Pesawat ini juga merupakan pesawat yang dirancang oleh NASA dan "X" menunjukkan bahwa pesawat tersebut adalah pesawat eksperimental. Dibuat kembali pada 1959. Pesawat ini mampu melesat pada kecepatan rata-rata 4.510 mil per jam.

4. SR-71 Blackbird

Pesawat ini didesign oleh Clarence Kelly Johnson pada tahun 1966. Yang kemudian dikembangkan oleh Amerika Serikat di bawah pengawasan NASA. Pesawat ini mampu melesat dengan kecepatan 2.200 mil per jam.

5. MiG-25R Fox Bat-B

Dikenal dengan sebutan Mikoyan-Gurevich, yang di bangun pada tahun 1960 oleh Rusia. Pesawat ini adalah salah satu yang menjadi andalan angkatan-angkatan udara Aljazair dan Suriah. Pesawat ini sengaja dibuat sebagai jawaban atas pembuatan pesawat Mack 3 dari Amerika Serikat. Pesawat ini mampu melesat pada kecepatan hingga 2000 kilometer per jam.

6. X-2

Dikenal sebagai "star buster", juga merupakan pesawat eksperimental yang dibuat pada tahun 1955 yang diproduksi oleh amerika serikat. Pesawat ini memiliki kecepatan hingga 1.900 kilometer per jam.

7. XB-70 Valkyrie

Ini adalah sebuah pesawat pembom strategis pertama kali yang dimiliki di Amerika Serikat dan mampu melakukan perjalanan ke hampir seluruh bagian di dunia. Pesawat ini mampu melesat pada kecepatan rata-rata 1.890 kilometer per jam.

8. F-15 Eagle

Awalnya dibangun oleh Amerika Serikat untuk tujuan dapat melesat ke tempat-tempat berjarak jauh seperti Jepang, Arab Saudi dan Israel. Di bangun pada tahun 1972. Pesawat ini mampu melesat dengan kecepatan rata-rata 1.875 kilometer per jam.

9. MiG-31 Foxhound

MiG 31 adalah pesawat yang dirilis yang lebih baru dari pada MiG 25. Pesawat ini mampu melesat pada hingga 1.750 kilometer per jam.

10. F-111 Aardvark

Pesawat ini adalah pesawat pembom-tempur yang yang di buat oleh angkatan udara Australia. Kecepatan rata-rata pesawat ini adalah 1.650 kilometer per jam.



sumber

Jumat, 14 Oktober 2011

Wah, Ada Meteor Hantam Atap Rumah Warga


Setelah memperbaiki atap rumah yang bocor, keluarga Comette yang tinggal di Draveil, kawasan di sekitar selatan Paris, Prancis mendapati bahwa rumah mereka ternyata telah dihantam oleh benda yang bukan berasal dari planet Bumi.

Martine Comette, 32 tahun, sang pemilik rumah, kemudian menghubungi Alain Carion, seorang ahli mineral untuk menginvestigasi batu aneh yang belum pernah dilihat sebelumnya itu.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Carion, ternyata penyebab kerusakan atap rumah keluarga Comette itu merupakan meteorit berbobot sekitar 100 gram dan diperkirakan berusia 4,57 miliar tahun.

“Ini sangat langka. Kita hanya kejatuhan sekitar 50 meteor di seluruh Prancis selama empat abad terakhir,” kata Carion, seperti dikutip dari Guardian, 11 Oktober 2011. “Kami belum pernah menemukan kejadian seperti ini di dalam radius 80 kilometer dari Paris,” sebutnya.

Meteorit yang ditemukan itu sendiri adalah chondrite, semacam batu ruang angkasa dan merupakan bentuk meteorit yang paling umum. Ia terbentuk dari debu yang mengawali lahirnya sistem tata surya kita.

Dari kompisisi mineral yang dimiliki oleh meteorit yang jatuh di Prancis tersebut, diperkirakan batu tersebut berasal dari sabuk asteroid yang ada di antara Mars dan Jupiter.


Minggu, 18 September 2011

Pekan Depan Satelit 6,5 Ton Bisa Hantam Bumi

Upper Atmosphere Research Satellite (UARS), satelit milik NASA yang siap menghantam Bumi. (space.com)


Para pakar sampah luar angkasa NASA telah mengoreksi perhitungan mereka terhadap antisipasi jatuhnya sebuah satelit raksasa. Kini, badan luar angkasa AS itu memperkirakan, satelit pemantau cuaca berbobot 6,5 ton itu akan jatuh menghantam Bumi Jumat depan, 23 September 2011--sehari lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya.

Satelit ruang angkasa Upper Atmospheric Research Satellite (UARS) sebesar bus itu diluncurkan pada tahun 1991 dan sudah dimatikan pada tahun 2005 setelah menuntaskan misinya.

“Satelit itu diperkirakan akan kembali masuk ke Bumi pada 23 September, plus minus satu hari,” kata Beth Dickey, juru bicara NASA, seperti dikutip dari Scientific American, 17 September 2011. “UARS masuk lebih cepat karena Matahari mengalami peningkatan aktivitas secara signifikan mulai pekan ini."

Seperti diketahui, radiasi Matahari bisa menghasilkan efek dorongan ekstra terhadap satelit di ruang angkasa karena mereka bisa memperpanas atmosfir Bumi dan menyebabkannya jadi memuai. Lalu, di mana UARS akan jatuh?

NASA belum memiliki gambaran di mana satelit raksasa itu akan jatuh. Diperkirakan, setidaknya akan ada 26 potongan satelit itu yang mampu bertahan dari panasnya temperatur akibat gesekan dengan atmosfir Bumi.

Kepingan-kepingan titanium dan tanki bahan bakar kemungkinan akan jadi salah satunya. Untungnya tidak ada bahan bakar beracun yang akan jatuh karena seluruh bahan bakar milik satelit itu sudah habis digunakan pada tahun 2005 lalu.

Menurut kalkulasi NASA, pecahan-pecahan itu akan jatuh tersebar di kawasan seluas 804 kilometer persegi. Ada peluang sebesar 1:3.200 bahwa kepingan bisa menghantam manusia yang sedang berada di daratan. Namun demikian, jika mengingat sebagian besar kawasan Bumi merupakan lautan, tampaknya satelit itu akan langsung jatuh ke laut.

Selasa, 06 September 2011

Aplikasi Penjelajah Tata Surya dari NASA

NASA
Badan Antariksa AS, NASA, mengembangkan aplikasi penjelajah tata surya berbasis web yang bisa diakses khalayak umum. Aplikasi bernama "Eyes of the Solar System" itu menyuguhkan interface yang merupakan gabungan teknologi video game dan data NASA sehingga memungkinkan pengguna menjelajahi keseluruhan tata surya dan menjajaki misi NASA yang telah dan sedang berlangsung.
"Ini adalah pertama kalinya publik bisa melihat tata surya dan misi yang sedang kita lakukan secara real time. Ini membuktikan komitmen NASA untuk terus membagi pengetahuan yang kami miliki pada siapa pun," kata Jim Green, direktur Planetary Science Division seperti dikutip Physorg, Minggu (4/9/2011).
Lingkungan virtual yang diciptakan dalam aplikasi ini menggunakan mesin game Unity untuk menyuguhkan model planet, satelit, asteroid, komet dan wahana antariksa seiring pergerakan seluruh benda angkasa tersebut di Tata Surya. Hanya dengan keyboard dan mouse, pengguna bisa sampai di penjuru Tata Surya yang diinginkan.
Untuk memakai aplikasi ini, pengguna bisa mengunduh plug in yang tersedia secara gratis. "Anda bebas untuk bergerak ke seluruh Tata Surya. Melihat apa yang wahana antariksa NASA lihat, tahu di mana mereka tanpa meninggalkan komputer," kata Blaine Baggett, manager Communication and Education, Jet Propulsion Laboratory, NASA di Pasadena.
Pengguna juga dijanjikan bisa merasakan pengalaman misi NASA secara real time dengan mengakses Eyes of the Solar System. Selain itu, pengguna juga bisa menjelajah waktu. Ini karena Eyes of the Solar System dilengkapi dengan data NASA sejak tahun 1950 hingga proyeksi pada tahun 2050 mendatang. Tingkat playback bisa dipercepat maupun diperlambat.
Misalnya ketika pengguna ingin tahu tentang misi wahana antariksa Juno yang diluncurkan pada 5 Agustus 2011 lalu, pengguna tinggal mengatur kecepatan playback. Jika meningkatkan kecepatan, pengguna bisa menikmati perjalanan Juno selama 5 tahun hanya dalam beberapa detik.
Kelebihan lain, sudut pandang bisa diubah dari jauh hingga tepat di dekat wahana antariksa. Lokasi, pergerakan dan penampakan didasarkan pada prediksi dari data NASA. Kontrol, pop up, menu video dan lainnya akan membantu pengguna dalam mengakses aplikasi ini. Pengguna bisa memilih mode 2D ataupun 3D dengan memakai kacamata khusus.
"Dengan mendasarkan visualisasi pada data misi NASA, aplikasi ini akan membantu NASA dan publik untuk memahami kompleksitas misi antariksa," kata Kevin Hussey, Manager Visualization Technology Application and Development di Jet Propulsion Laboratory.
Eyes of the Solar System kini telah dirilis versi beta-nya. Aplikasi ini telah didemonstrasikan di Southwest Interactive Conference di Austin, Texas, beberapa saat lalu. Kini, pengembang aplikasi masih akan terus meng-update aplikasi, salah satunya dengan memasukkan misi GRAIL ke Bulan dan Curiosity ke Mars. Anda yang ingin menggunakannya bisa menuju ke alamat http://solarsystem.nasa.gov/eyes/


Jumat, 02 September 2011

Unik,Restoran Pizza Ini Ingin Buka Cabang di Bulan


Pizza Domino akan mengumumkan rencana menaklukkan hambatan terakhir dengan membuka restoran pizza pertama di Bulan.

Seperti dilansir harian The Telegraph, upaya Grup Domino Jepang mengajukan cabang di luar bumi ini untuk meningkatkan pemberitaan mengenai mereka.  Saingannya, Pizza Hut menciptakan bar tertinggi pada tahun 2001 dengan memberikan pizza untuk astronot yang mengorbit Bumi di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Tahun lalu Domino berjuang kembali dalam serangkaian acara untuk memperingati ulang tahunnya ke 25 kedatangannya di Jepang. Desember lalu, perusahaan membayar satu orang dengan 2,5 juta yen untuk mengirimkan satu pizza dalam satu jam.

Kompetisi telah dilakukan sampai sekarang sudah melalui stratosfer dengan bantuan perusahaan konstruksi Maeda Corp, rencananya akan membentuk restoran Domino seperti kubah beton di permukaan bulan.

Perusahaan memperkirakan seluruh proyek akan menghabiskan biaya sebesar 1,67 triliun Yen atau sekitar 13,4 miliar poundsterling, sedangkan untuk biaya pengangkutan untuk mengangkut 70 ton bahan bangunan dengan menggunakan 15 roket sampai ke bulan menghabiskan biaya 560 miliar yen atau senilai 4,5 poundsterling.

Disain restoran tersebut akan berbentuk kubah dua lantai dengan diameter sekitar 26 meter dan ruang bawah tanah terbuat dari lapis baja. Staf akan diminta untuk tinggal di restoran.

"Kami mulai berpikir untuk proyek ini dari tahun lalu, meskipun kami belum menentukan kapan saat restoran itu akan dapat dibuka," kata Juru Bicara Domino, Tomohide Matsunaga, Kamis 1 September 2011.

Tomohide mengatakan memperkirakan kalau nanti akan banyak orang yang tinggal di Bulan. "Lalu ada astronot yang bekerja di sana dan di masa yang mendatang akan banyak penduduk bulan," katanya. 


Kamis, 01 September 2011

10 Tabrakan Terhebat Bumi Dengan Benda Luar Angkasa

Bayangkan menatap kelangit malam dan melihat sebuah titik kecil, lalu titik tersebut berubah menjadi lebih besar dua kali lipatnya, sampai langit malam terlihat agak terang, lalu anda menyadarinya bahwa titik tersebut ukurannya sebesar kota Bandung, lalu membelah udara malam dengan kecepatan suara datang tepat ke arah anda, BOOM !
Dampak kerusakannya seperti Mega tsunami, gempa bumi, gunung meletus di penjuru bumi dan hilangnya siang hari yang menjadi gelap selama bertahun-tahun, untuk anda yang selamat ia akan membunuh anda pelan-pelan.
Hasilnya sekarang kita akan lihat kawah terbesar pada daerah – daerah dibelahan bumi lain yang pernah tertabrak asteroid, disusun berdasarkan diameter yang ditinggalkan.

10. Kawah Barringer, Arizona, Amerika Serikat

49.000 tahun lalu batu bintang ukurannya “hanya” 150 ft dan berat +/- 300.000 ton mengandung nikel dan besi dengan kecepatan 40.000 mil/jam menabrak bumi, hasil dari tabrakan meteor ini dapat dilihat 55 km sebelah timur Flasgaff, Arizona USA dinamakan kawah Barringer. Kawah ini adalah kawah terbaik yang terawetkan hingga sekarang, kekuatan yang dihasilkannya sama dengan letupan TNT 20 juta ton !
Hasilnya diameter 148 ft ( 45 m ) dengan kedalaman 175 m, diketemukan oleh Daniel Barringer pada tahun 1902 untuk pertambangan, sampai dengan hari ini kawah tersebut masih milik keluarga Barringer. Disebut juga Meteor Crater, Coon Butte, dan Canyon Diablo.

09. Bosumtwi, Ghana

Berada di 30 km sebelah tenggara kota Kumasi, Ghana. Terkenal dengan Danau alam Bosumtwi padahal danau tersebut adalah dampak dari tabrakan meteor 1,3 juta tahun yang lalu.
Diameternya 10,6 km kedalaman 45 m. Hujan yang terus menerus menggenangi bekas tabrakan tersebut membuatnya terbentuk menjadi danau. Kepercayaan penduduk setempat danau tersebut adalah tempat dimana jiwa yang mati untuk menghadapkan kepada tuhannya

08.Deep Bay, Canada

Berada di Barat daya Danau di Saskatchewan, Kanada dengan lebar 13 km dan kedalaman 220 m terjadi sekitar 100 juta tahun yang lalu. Dilihat dari strukturnya, memang tabrakan yang maha dahsyat.

07. Aorounga impact crater, Chad

Aorunga adalah kawasan ketika sebuah meteorit sebesar 1 mil ( 1,6 km ) yang menabrak bumi sekitar 2 – 300 juta tahun yang lalu, di sebuah daerah di gurun Sahara sebelah utara Chad, Afrika, tabrakan tersebut dapat terjadi kira-kira 1 juta tahun sekali.

06. Gosses Bluff, Australia

Sekitar 142 juta tahun lalu sebuah komet dengan lebar 22 km menghantam daratan Autralia, dengan kecepatan 40 km/detik, dapat disamakan dengan ledakan 22.000 megaton TNT, wow . . .hasil yang ditinggalkan cukup mengesankan yakni memiliki diameter 24 km dengan kedalaman 5000 m.

05. Mistastin Lake, Canada

Berlokasi di Labrador, Kanada. Danau Mistastin adalah bentuk dari hasil Meteorit menabrak bumi, hasilnya sebuah lobang dengan diameter 28 km pun menganga di kulit bumi.

04. Clearwater lakes, Canada

Wooaaw . . . yang ini lebih dahsyat lagi, sekitar 290 juta tahun lalu asteroid kembar menghantam bumi dekat dengan pantai teluk Hudson Kanada, hasilnya lubang dengan diameter 32 km dari asteroid yang besar, dan 22 km dari asteroid yang kecil.

03. Kara-Kul, Tajikistan

Di suatu ketinggian 13.000 kaki (3.900 m ) diatas permukaan laut, terdapat Kara – Kul. juga dikenal sebagaiQarokul: 16 mil (25km) luas danau di Pegunungan Pamir di Tajikistan, dekat perbatasan Cina. Danau yang sebenarnya terletak dalam 28 mil (45km) luas lingkaran depresi, yang ditabrak batu bintang lebih dari 5 juta tahun lalu, Kara-kul hanya ditemukan baru-baru ini, melalui citra satelit.

02. Manicouagan, Kanada

Manicouagan Reservoir (Danau Manicouagan) juga dikenal sebagai “mata dari Quebec”, sekitar 212 juta tahun lalu dengan 5 km lebarnya asteroid yang menghantam bumi, meninggalkan lubang raksasa dengan diamter 100 km.

01. Chicxulub, Mexico

Dikuburkan di bawah Semenanjung Yucatán di Meksiko, di dekat desa Chicxulub (yang berarti “ekor dari setan” di uCu), ini adalah kawah kuno dengan dampak yang paling besar dengan diameter 107 km. Tabrakan terjadi kira-kira 65 juta tahun yang lalu ketika sebuah komet atau Asteroid seukuran sebuah kota kecil mengahantam (setara dengan 100 teratons dari TNT) di Bumi dan menyebabkan mega-tsunami, gempa bumi dan letusan gunung berapi di seluruh dunia.
Beruntung , Tuhan masih sayang sama hamba-hambanya walau perusakan di muka bumi ini masih terus terjadi, coba kalau Tuhan sudah murka, mungkin tabrakan tersebut dapat terjadi pada zaman manusia modern sekarang
 

Selasa, 30 Agustus 2011

Ternyata Mars Dahulu Memiliki Samudra


NASA/JPL-Caltech/University of ArizonaKawah Rabe yang berwarna biru di Planet Merah.

Alberto Fairen, pakar astrobiologi di SETI Institute NASA Ames Research Center, dan rekannya menemukan bahwa patahan kerak purba dataran rendah belahan utara Mars lebih minim grup mineral phyllosilicate dibandingkan dataran rendah belahan selatannya. Grup mineral phyllosilicatebiasanya didapatkan di sedimen laut Bumi. Penemuan itu memacu ilmuwan untuk berteori bahwa bagian utara Mars dulu merupakan samudra.
"Analisis multidisiplin menjelaskan adanya samudra di Mars masa lalu. Jika ada samudra di Mars masa lalu, maka samudra itu adalah glasial dingin, seperti laut di kutub Bumi. Tepian samudra dibingkai oleh glasier dan samudra tertutupi es," jelas Fairen.
Memberi penjelasan lebih lanjut, keberadaan laut yang dingin dan glasier yang besar akan menghambat pembentukan dan deposit grup mineral phyllosilicate. Hal ini menjadi penjelasan mengapa bagian utara Mars memiliki kandungan grup mineral jenis tersebut lebih sedikit daripada bagian selatan.
Penemuan ini juga bisa menawarkan pandangan baru tentang kondisi Mars di masa lalu. Sebelumnya, ada dua teori tentang iklim Mars masa lalu. Pertama adalah iklim ingin dan kering dan kedua adalah hangat dan basah. Kondisi hangat dan basah menyiratkan bahwa Mars pernah mendapat curah hujan, punya danau, dan sebagainya. Dengan penemuan ini, kondisi Mars masa lalu mungkin bukan seperti yang diteorikan.
"Mars yang dingin dan basah mungkin akan menjadi solusi dari teka-teki yang bertahan selama puluhan tahun ini, dan keberadaan samudra di belahan utara Mars akan sangat pas dengan skenario ini," jelas Fairen seperti dikutip Space, Minggu (28/8/2011).
Untuk memantapkan pandangan ini, ilmuwan kini tengah mencari bukti tambahan bahwa iklim di Mars sesuai yang diteorikan. Mereka menganalisis fitur glasial pantai, mencari tanda-tanda keberadaan gunung es, dan mempersiapkan model geokimia temperatur rendah.

Sumber

Selasa, 23 Agustus 2011

Astronom China Usulkan Cara Selamatkan Bumi


Metode ini merupakan upaya untuk mencegah tabrakan asteroid Apophis yang berukuran 270 meter dan berbobot 46 juta ton dengan bumi pada tahun 2036 mendatang. (starryskies.com)
Sekelompok astronom China, yang dipimpin oleh Shengping Falun dari Tsinghua University di Beijing, mengusulkan pengerahan pesawat ruang angkasa kecil dengan layar surya ke orbit retrograde dalam rangka untuk mengubah lintasan asteroid.

Disebutkan, metode ini merupakan  upaya untuk mencegah tabrakan asteroid Apophis dengan bumi pada tahun 2036 mendatang.

Sebagai informasi, asteroid berdiameter 270 meter seberat 46 juta ton itu akan mendekati Bumi dengan jarak 37 sampai 38 ribu kilometer pada tahun 2029 mendatang. Ia kemudian akan kembali pada 13 April 2036, namun kali ini akan menghantam Bumi.

Menurut para astronom China, jika kita menempatkan sebuah pesawat ruang angkasa kecil, retrograde orbit akan menghadirkan kecepatan tabrakan hingga 90 kilometer per detik dan jika dilakukan dengan cara yang tepat, akan mencegah Apophis untuk kembali dan menghantam Bumi.

Dikutip dari Technology Review, 23 Agustus 2011, ilmuwan menyebutkan, kemungkinan tabrakan pada tahun 2036 sangat besar dan asteroid kemungkinan akan hancur menjadi bagian lebih kecil. Serpihan-serpihan asteroid itu bisa kembali menghantam Bumi pada tahun-tahun berikutnya.

Namun demikian, proyek pengiriman pesawat luar angkasa untuk menghadang asteroid tersebut sulit untuk diwujudkan karena angin matahari bisa membuat pesawat itu terbang di luar jalur yang seharusnya menjadi jalur tabrakan dengan asteroid.

Sebagai informasi, asteroid yang ditemukan pada tahun 2004 itu disebut-sebut sebagai ancaman terbesar bagi planet kita. Meski begitu, ilmuwan NASA memperkirakan, kemungkinan asteroid itu menghadirkan bahaya bagi planet Bumi adalah tidak mungkin.

Kamis, 18 Agustus 2011

Ini Hotel Luar Angkasa Buatan Rusia

Hotel luar angkasa Rusia 1 (Orbital Technologies)

Adu tanding antara angkasa luar antara Amerika Serikat dan Uni Soviet telah lama berakhir. Namun Rusia, pecahan terbesar Uni Soviet, melanjutkan tradisi penjelajahan langit. Sebuah perusahaan swasta di negara tersebut bahkan berencana membangun hotel pertama di luar angkasa.
Hotel luar angkasa Rusia 3

Rencana pembangunan hotel di luar Bumi -- 217 mil dari Bumi -- itu diumumkan  15 Agustus 2011 lalu. Hotel tersebut bisa melayani tujuh tamu dalam empat kabinnya. Tiap kabin memiliki jendela besar, agar para tamu bisa memandang Bumi yang kebiruan dan berotasi.

Jangankan tinggal, menuju ke hotel tersebut adalah sebuah petualangan. Butuh waktu dua hari mengangkasa menggunakan roket Soyuz. Ini tentu saja menjadi perjalanan liburan yang supermahal. Lima hari menginap, tamu harus merogoh kantong dalam-dalam, antara 100 ribu sampai 500 ribu poundsterling.

Hotel atau stasiun luar angkasa komersial ini belum punya nama. Rencananya ia akan dioperasikan mulai tahun 2016. Menurut pembuatnya, stasiun itu akan jauh lebih nyaman dari pada Stasiun Luar Angkasa Internasional yang digunakan para astronot dan kosmonot.

Dalam kondisi non-gravitasi, para pengunjung bisa memilih, tidur secara horizontal atau vertikal. Sementara, air mandi akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengalir ke tempat yang tak seharusnya. Sebab, tanpa gravitasi, air bisa mengalir ke segala arah. Sementara di stasiun luar angkasa, para penghuninya harus membersihkan diri dengan spons mandi.
Hotel luar angkasa Rusia 2

Para wisatawan tajir yang mampu membayar akan didampingi kru berpengalaman yang bertugas menghangatkan makanan -- yang disiapkan di Bumi dan dikirimkan ke hotel itu menggunakan roket.

Pengelola hotel ruang angkasa berencana menyajikan makanan yang lebih baik: daging pipi sapi dan jamur liar, kedelai tumbuk, sup kentang, dan makanan penutup, plume compote. Alih-alih makanan beku seperti yang dikonsumsi para astronot dan kosmonot.

Es teh, air mineral, dan jus buah juga akan disediakan. Namun, konsumsi alkohol dilarang keras. Sementara, penyiraman toilet akan menggunakan udara, bukan dengan air.

Semua limbah yang dihasilkan akan didaur ulang. Demikian pula dengan udara -- yang akan disaring untuk menghilangkan bau dan bakteri, lalu dikembalikan ke kabin.

Sergei Kostenko, kepala eksekutif Orbital Technologies yang akan membangun hotel itu, menjamin tempat rekreasi yang mereka bangun tidak akan mengingatkan pada Stasiun Luar Angkasa Internasional. "Sebuah hotel harus nyaman dan dimungkinkan melihat Bumi melalui jendera besar," kata dia, seperti dimuat Daily Mail.

Tak sembarang orang bisa singgah di hotel ini. "Hotel ini ditujukan untuk para jutawan dan orang yang bekerja di perusahaan swasta yang ingin melakukan penelitian di luar angkasa.'

Para tamu juga dimungkinkan untuk menjadi tuan rumah bagi tamu tak terduga. Perusahaan berencana mengoperasikan hotel itu sebagai lokasi penyelamatan darurat bagi astronot Stasiun Luar Angkasa Internasional yang mengalami krisis. (eh)
Hotel luar angkasa Rusia 4


Sumber : VIVAnews

Senin, 15 Agustus 2011

Bertahan 438 Hari di 'Mars' Demi Rp853 M


Sebanyak enam orang kosmonot asal Rusia, Italia, Prancis, dan China, berhasil memecahkan rekor ketahanan misi luar angkasa terlama dalam simulasi pendaratan di Planet Mars selama 438 hari.

Menggunakan 'pesawat' bernama Mars500, mereka bertahan hidup dari sereal batangan dan pasta serta kontak seminim mungkin dengan keluarga dan kerabat. Simulasi ini sendiri dilakukan di Insitut Biomedis di Moskow, Rusia dan bertahan selama kurang lebih 17 bulan. Rencananya, misi akan berakhir saat mencapai hari ke 520.

Jika bertahan penuh hingga 520 hari, maka masing-masing mereka akan menerima US$100 juta (Rp853 miliar). Namun, hingga Minggu, 14 Agustus 2011 waktu setempat, keenamnya sudah memecahkan rekor selama 438 hari yang selama ini dipegang kosmonot sesungguhnya, Valeri Polyakov. 

Sebagai informasi, Polyakov merupakan pemegang rekor daya tahan di luar angkasa dengan menghabiskan 437 hari mengorbit dari Bumi di tahun 1995.

Selama 438 hari, keenam kosmonot ini merasakan hidup layaknya di planet Mars dengan kondisi alam yang disesuaikan dengan aslinya. Para kosmonot bekerja di dalam ruangan tertutup bervolume 550 meter kubik, tanpa jendela, dan diobservasi oleh para dokter dan psikolog.

Dikutip dari The Australian, 15 Agustus 2011, setiap kosmonot memiliki tempat tidur kecil, sebuah meja dan sepasang pakaian. Tak ada kamar mandi dalam ruang simulasi ini. Untuk membersihkan diri, mereka masuk dalam suatu ruangan seperti ruangan sauna dan menggunakan tisu untuk membasuh semua kotoran. 

Meski hanya simulasi, percobaan ini dipuji oleh Polyakov sebagai kosmonot yang benar-benar pernah ke luar angkasa."Sekarang bukan saatnya menghitung berapa banyak waktu yang sudah lewat, tapi berapa banyak waktu yang tersisa. Ini (simulasi) memiliki efek yang positif," ujar Polyakov.

Keenam kosmonot yang terlibat tiga di antaranya dari Rusia, yakni Aleksandr Smoleevskiy, Sukhrob Kamolov, dan Aleksi Sitev. Serta tiga lainnya adalah Diego Urbina (Italia), Wang Yue (China), dan Romain Charles (Perancis).

Sabtu, 09 Juli 2011

Daftar 10 Penumpang Bukan Manusia

NASA/Kim Shiflett Pesawat ulang alik Atlantis bersiap menyambut peluncuran terakhirnya yang direncanakan Jumat (8/7/2011) dari Kennedy Space Center, Florida, AS.
 

Pesawat ulan-alik Atlantis akan diluncurkan Jumat (6/7/2011) dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat. Peluncuran akan dilakukan pukul 22.26 WIB, sementara misi akan berlangsung selama 12 hari. Sebanyak 4 astronot akan terlibat dalam misi yang sekaligus menjadi misi pesawat ulang-alik NASA terakhir.
Dalam 30 tahun dan 134 misi, banyak peran yang dijalankan pesawat ulang-alik, di antaranya membantu meluncurkan tiga wahana antariksa besar meliputi Hubble, Compton Gamma Ray Observatory, dan Chandra-X Ray Observatory, misi mempelajari Planet Venus dan Yupiter, serta mengirimkan total 350 astronot.
Di balik hal populer yang dilakukan pesawat ulang-alik, termasuk pengiriman iPhone 4 ke luar angkasa dengan Atlantis kali ini, ternyata banyak peran yang belum begitu dikenal, di antaranya ternyata ada penumpang-penumpang selain manusia yang juga ikut terbang.
Seperti dimuat di versi online Wired berikut penumpang-penumpang teraneh itu:
1. Katak
Katak betina dibawa dalam misi Endeavour pada September tahun 1992. Tujuannya adalah melihat pengaruh kondisi mikrogravitasi terhadap perkembangan berudu. Separuh telur yang dihasilkan katak betina itu ditaruh dalam sentrifugasi untuk simulasi lingkungan normal, sementara separuhnya dibiarkan. Hasilnya, semuanya tumbuh normal tetapi berudu yang dibiarkan dalam kondisi mikrogravitasi kesulitan menemukan permukaan air saat kembali ke Bumi.
2. Tupai
Dua tupai dibawa dalam misi Challenger bulan Mei, 1985. Setiap tupai dinamai No 3165 and No. 384-80 dan dibawa untuk mengetahui pengaruh kondisi mikrogravitasi pada perilaku makan. Hasilnya, dalam kondisi mikrogravitasi, tupai menjadi sering ngantuk dan kehilangan nafsu makan.
3. Sperma bulu babi
Sperma ternyata bergerak lebih cepat di kondisi mikrogravitasi. Hal itu diketahui saat NASA membawa sperma bulu babi ke antariksa. Sperma hewan itu dibawa lewat misi Atlantis pada tahun 1997.
4. Ikan transparan
Ikan transparan berjenis Medaka dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia tahun 1984. Ikan-ikan itu bernama Genki, Cosmo, Miki, dan Yume. Di luar dugaan, ternyata ikan-ikan itu bisa bereproduksi dan menghasilkan anakan banyak. Peneliti berharap, berdasarkan hasil ini nantinya manusia bisa mengembangbiakkan ikan di antariksa.
5. Telur ngengat
Telur ngengat dibawa dalam misi Endeavour tahun 1994. Hasil penelitian dengan ngengat menunjukkan bahwa hidup ngengat lebih pendek dan steril.
6. Cacing
Bereksperimen dengan cacing yang dibawa dalam misi Columbia tahun 2003, astronot berhasil mengembangbiakkan cacing. Ini membuktikan bahwa penggunaan nutrisi sintetis berhasil.
7. Lebah madu
Sebanyak 3.000 lebah madu dibawa dengan pesawat ulang-alik Challenger tahun 1984. Hasilnya, di antariksa ternyata lebah madu juga berhasil membangun sarang yang tebal dan tak kalah menariknya dibandingkan dengan di Bumi.
8. Ubur-ubur
Sebanyak 2.478 ubur-ubur dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia dalam misi tahun 1991. Selama sembilan hari misi, polyp dari ubur-ubur berhasil tumbuh ke tahap hidup selanjutnya yang disebut ephyrae.
9. Tikus
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari eksperimen tikus yang dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia tahun 1998, tikus yang berkembang di kondisi mikrogravitasi punya otak yang kurang berkembang, otot yang menyusut, dan kesulitan memperbaiki tulang yang rusak.
10. Cumi-cumi
Cumi-cumi dibawa dalam misi Endeavour terakhir tahun ini untuk mempelajari bakteri yang hidup di permukaannya. Salmonella, jenis bakteri itu, berubah tiga kali lebih mematikan setelah kembali dari antariksa.

Jumat, 01 Juli 2011

Inilah Toilet Stasiun Ruang Angkasa

:


Spoiler:


Spoiler:


Spoiler:


Spoiler:


Spoiler:


Spoiler:


Spoiler:


Spoiler:


Sumber http://galaxymaya.blogspot.com/2011/...g-angkasa.html

Senin, 06 Juni 2011

10 Satelit Antariksa Tertua Milik Indonesia yang Mengorbit diatas Bumi

10. Satelit Palapa D (2009)

Satelit Palapa D (kode internasional = 2009-046A) adalah satelit komunikasi Indonesia yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Indosat Tbk dan diluncurkan pada tanggal 31 Agustus 2009 pukul 16:28 WIB di Xichang Satellite Launch Center (XSLC) menggunakan roket Long March (Chang Zheng) 3B. Satelit ini dibuat oleh Thales Alenia Space, Perancis, dan dimaksudkan sebagai pengganti satelit Palapa C2 pada Orbit Geo Stasioner slot 113º BT yang akan selesai masa operasionalnya pada tahun 2011.

9. Indostar II / Cakrawarta II (2009)

Indostar II atau Cakrawarta II adalah satelit yang diluncurkan oleh PT Media Citra Indostar (MCI) yang mengelola dan mengoperasionalisasi satelit Indovision. Satelit ini diluncurkan dengan menggunakan roket peluncur Proton Breeze milik Rusia dan lepas landas melalui Baikonur Cosmodome di Kazahkstan. Peluncuran satelit Indostar II ini telah berlangsung pada tanggal 16 Mei 2009.

8. Satelit LAPAN-TUBSAT (2007) Satelit Mikro Pertama di Indonesia.

LAPAN-TUBSAT adalah sebuah satelit mikro yang dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerja sama dengan Universitas Teknik Berlin (Technische Universität Berlin; TU Berlin). Wahana ini dirancang berdasarkan satelit lain bernama DLR-TUBSAT, namun juga menyertakan sensor bintang yang baru. Satelit LAPAN-TUBSAT yang berbentuk kotak dengan berat 57 kilogram dan dimensi 45 x 45 x 27 sentimeter ini akan digunakan untuk melakukan pemantauan langsung situasi di Bumi seperti kebakaran hutan, gunung berapi, banjir, menyimpan dan meneruskan pesan komunikasi di wilayah Indonesia, serta untuk misi komunikasi bergerak.

LAPAN-TUBSAT membawa sebuah kamera beresolusi tinggi dengan daya pisah 5 meter dan lebar sapuan 3,5 kilometer di permukaan Bumi pada ketinggian orbit 630 kilometer serta sebuah kamera resolusi rendah berdaya pisah 200 meter dan lebar sapuan 81 kilometer.

Manuver attitude ini dilakukan dengan menggunakan attitude control system yang terdiri atas 3 reaction wheel, 3 gyro, 2 sun sensor, 3 magnetic coil dan sebuah star sensor untuk navigasi satelit. Komponen-komponen inilah yang membedakannya dengan satelit mikro lain yang hanya mengandalkan sistem stabilisasi semi pasif gradien gravitasi dan magneto torquer, sehingga sensornya hanya mengarah vertikal ke bawah.

Sebagai satelit pengamatan, satelit ini dapat digunakan untuk melakukan pemantauan langsung kebakaran hutan, gunung meletus, tanah longsor dan kecelakaan kapal maupun pesawat. Tapi pengamatan banjir akan sulit dilakukan karena kamera tidak bisa menembus awan tebal yang biasanya menyertai kejadian banjir.

7. Satelit INASAT-1 (2006) Satelit Pertama buatan Indonesia

INASAT-1 adalah Nano Hexagonal Satelit yang dibuat dan didesain sendiri oleh Indonesia untuk pertama kalinya. INASAT-1 merupakan satelit metodologi penginderaan untuk memotret cuaca buatan LAPAN.

Selain itu INASAT-1 adalah satelit Nano alias satelit yang menggunakan komponen elektronik berukuran kecil, dengan berat sekitar 10-15 kg. Satelit itu dirancang dengan misi untuk mengumpulkan data yang berhubungan erat dengan data lingkungan (berupa fluks magnet didefinisikan sebagai muatan ilmiah) maupun housekeeping yang digunakan untuk mempelajari dinamika gerak serta penampilan sistem satelit.

Adapun satelit itu dirancang bersama oleh PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), khususnya Pusat Teknologi Elektronika (Pustek) Dirgantara. Berbekal nota kesepakatan antara LAPAN, Dirgantara Indonesia, serta dukungan dana dari Riset Unggulan Kemandirian Kedirgantaraan 2003, maka dimulailah rancangan satelit Nano dengan nama Inasat-1 (Indonesia Nano Satelit-1).

Dari segi dinamika gerak akan diketahui melalui pemasangan sensor gyrorate tiga sumbu, sehingga dalam perjalanannya akan diketahui bagaimana perilaku geraknya. Penelitian dinamika gerak ini menjadi hal yang menarik untuk satelit-satelit ukuran Nano yang terbang dengan ketinggian antara 600-800 km.

6. Satelit TELKOM-2 (2005)

Telkom-2 adalah satelit yang diluncurkan Telkom ke angkasa untuk menggantikan satelit Palapa B4. Satelit ini dibawa ke angkasa dengan menggunakan roket Ariane 5 dari Kourou di Guyana Perancis pada tanggal 16 November 2005.

Telkom-2 memiliki umur operasi selama 15 tahun dan bernilai sekitar 170 juta dolar AS. Sekitar 70 persen kapasitas transponder Telkom-2 akan disewakan kepada pihak luar.

Dari 30 persen kapasitas yang akan digunakan sendiri oleh Telkom, satelit buatan Orbital Sciences Corporation ini diharapkan akan mendukung sistem komunikasi transmisi backbone yang meliputi layanan telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh (SLJJ), sambungan langsung internasional (SLI), internet, dan jaringan komunikasi untuk kepentingan militer.

Satelit ini akan beredar di orbit 118° BT dengan kapasitas 24 transponder C-band dan berbobot 1.975 kg. Daya jangkaunya mencapai seluruh ASEAN, India dan Guam.

5. Satelit Palapa C2 (1996)

Satelit Palapa C2 adalah satelit komunikasi kedua dalam generasi Palapa C yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Palapa C2 diproduksi oleh Hughes (Amerika Serikat, AS) dan diluncurkan pada tanggal 15 Mei 1996 di Kourou, Guyana Perancis (Ko ELA-2), menggunakan roket Ariane-44L H10-3. Satelit ini beroperasi pada Orbit Geo Stasioner slot 113º BT di ketinggian 36.000 km di atas permukaan bumi. Operasional satelit ini berpindah tangan ke PT. Indosat Tbk. akibat penggabungan Satelindo dengan Indosat. Demi memberi tempat bagi Satelit Palapa D, rencananya orbit satelit ini dipindah ke 105,5° BT.

4. Sateli Palapa C1 (1996)

Satelit Palapa C1 adalah satelit komunikasi pertama dalam generasi Palapa C yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Palapa C1 diproduksi oleh Hughes (Amerika Serikat, AS) dan diluncurkan pada tanggal 31 Januari 1996 di Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral (LC-36B) AS, menggunakan roket Atlas 2AS. Satelit ini dimaksudkan sebagai pengganti satelit Palapa B4 pada Orbit Geo Stasioner slot 113º BT dengan rentang operasi selama 7 tahun. Namun setelah terjadi kegagalan pengisian battery pada tanggal 24 November 1998 akhirnya Palapa C1 dinyatakan tidak layak beroperasi dan digantikan oleh Palapa C2.

3. Sateli Palapa B2P (1987)

Satelit Palapa B2P adalah satelit yang mengitari orbit geosynchronous dan bergerak dari barat ke timur dengan kecepatan yang sama dengan rotasi Bumi. Satelit ini terletak pada ketinggian 36.000km diatas khatulistiwa pada lokasi 113°BT dan dikendalikan oleh stasiun yang terletak di Bumi tepatnya di daerah Cibinong. Satelit Palapa merupakan satelit relay bagi stasiun bumi yang selanjutnya memancarkan kembali siaran ke televisi dengan transponder Palapa yang bekerja pada jarak 6 gigahertz dengan kekuatan pancar 10 watt.

Satelit Palapa B2P yang sesungguhnya dibuat untuk keperluan domestik serta ditujukan untuk disewakan ke mancanegara ternyata mampu menjaring bisnis yang sangat baik, dan karenanya Palapa B2P menjadi satelit rebutan. Para penyelenggara penyiaran (CNN, ESPN) menggunakan Palapa B2P, sehingga masyarakat yang berada dalam area cakupan Palapa B4 dapat menerima program-progam mereka.

2. Sateli Palapa A2 (1977)

Palapa A2 adalah satelit komunikasi milik Indonesia dan dioperasikan oleh Perumtel. Palapa A2 diluncurkan pada tanggal 10 Maret 1977 dengan roket Delta 2914 dan beroperasi di orbit 77 BT sejak tanggal 11 Maret 1977 hingga bulan Januari 1988, 4 tahun melewati masa operasional yang direncanakan.

Program satelit Palapa A dimulai saat Pemerintah Indonesia memberikan 2 kontrak terpisah pada Boeing Satellite Systems (dahulu dikenal dengan Hughes Space and Communication Inc.) dari Amerika Serikat untuk menyediakan 2 satelit (Palapa A1 dan A2), sebuah stasiun kontrol utama untuk kedua satelit tersebut dan 9 stasiun bumi. Pembangunan 10 stasiun tersebut diselesaikan dalam waktu 17 bulan, salah satu yang tercepat bagi Boeing. Pada kontrak terpisah, dibangun total 30 stasiun bumi lainnya untuk dioperasikan oleh Perumtel. Nama Palapa sendiri dipilih oleh Presiden Suharto pada bulan Juli 1975. Satelit Palapa A2 dimaksudkan sebagai cadangan dan siap untuk dioperasikan apabila Palapa A1 mengalami kegagalan, atau jika permintaan pasar tidak dapat lagi diakomodasi oleh Palapa A1.

1. Satelit Palapa A1 (1976) Satelit pertama di Indonesia

Palapa ialah nama bagi sejumlah satelit telekomunikasi geostasioner Indonesia. Nama ini diambil dari “Sumpah Palapa”, yang pernah dicetuskan oleh Patih Gajah Mada dari Majapahit pada tahun 1334.

Satelit pertama diluncurkan pada tanggal 8 Juli 1976 oleh roket Amerika Serikat dan dilepas di atas Samudera Hindia pada 83° BT. Satelit pertama dari 2 satelit itu bertipe HS-333 dan bermassa 574 kg.

Kemudian 4 satelit dari seri kedua dibuat, yang kesemuanya dari tipe Hughes HS-376. Ketika peluncuran Palapa B2 gagal, satelit ke-3 diatur. Awalnya bernama Palapa B3 dan dijadwalkan untuk STS-61-H, akhirnya diluncurkan sebagai Palapa B2P. Sementara itu Palapa B2 diperbaiki kembali oleh STS-51-A, diperbaharui dan diluncurkan lagi sebagai Palapa B2R.

sumber