Rabu, 20 Juli 2011

Pakar Geologi Dunia Teliti Tsunami Aceh


Pakar Geologi Dunia Teliti Tsunami Aceh
tribunnews/dahlandahi
Jalan ini terletak di samping Masjid Baiturrahman Banda Aceh. Ketika tsunami menerjang, ruko-ruko di sempanjang jalan ini nyaris tenggelam oleh air tsunami. Mau tahu jaraknya dari bibir pantai? Sekitar enam kilometer.


BANDA ACEH - Puluhan ahli ilmu geologi dari Amerika Serikat, Thailand, Chile, India, dan Pakistan, beberapa hari ini mengunjungi sejumlah kawasan di Banda Aceh dan Aceh Besar, untuk melakukan penelitian tentang bencana tsunami di Aceh.
Ketua divisi dan advokasi pusat riset tsunami dan mitigasi bencana TDRMC Unsyiah, Mukhlis mengatakan, selain meneliti, pihaknya juga melaksanakan training tentang kebencanaan. “Penelitian tentang tsunami dilakukan di Lhoknga, Lampu’uk, Ujong Pancu, dan Kajhu,” katanya.
Para pakar, di antaranya Brian F Atwater dari Amerika Serikat memerkirakan gelombang tsunami yang terjadi 26 Desember 2004 bukan bencana yang pertama. Perkiraan itu diungkapkan setelah para peneliti menemukan sisa debu vulkanik di kawasan Lampu’uk.
“Kemungkinan, tahun 1800-an juga pernah terjadi bencana serupa tapi belum belum bisa ditetapkan tahun terjadinya,” kata Muklis saat mengadakan pertemuan dengan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal.
Dalam pertemuan itu, Illiza berharap hasil penelitian pakar geologi itu dapat menjadi literatur bagi ilmu pengetahuan di seluruh dunia, dan masyarakat Aceh. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada negara-negara yang telah membantu rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.