IRAQ - Komandan Brigade-11SF Kapten San Jin-Gu, pasukan perdamaian
PBB dari Korea Selatan yg ditugaskan di Irak, memutuskan memeluk agama
Islam bersama 34 prajuritnya, setelah dia mengamati ibadah yang
dialkukan ummat Islam di Irak.
Kapten San dan pasukannya sendiri bertugas di wilayah Irbil, Irak
Utara. saat bertugas di wilayah tersebut dia mengamati orang-orang
muslim melaksanakan sholat berjamaah di masjid, yang kebetulan markas
pasukan Kapten San berada dekat dengan masjid.
Diberitakan, dia tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Sehingga ia mencoba menirukan seluruh gerakan sholat dan dipraktekan di kamar pribadinya, saat itulah Sun merasa ketenangan.
Oleh Sun gerakan sholat itu kemudian ia jadikan program meditasi di pasukan yg ia pimpinnya setelah Yoga.
Sejak saat itulah sebagian besar prajurit merasakan hal yg sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai. Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam.
Ketika niat memeluk Islam dia disampaikan kepada prajuritnya, disambut dengan suka cita.
"aku telah menemukan cahaya kehidupan yg sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu adalah Islam". katanya.
Sejak itulah spontan 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandanya - untuk juga memeluk Islam.
Diberitakan, dia tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Sehingga ia mencoba menirukan seluruh gerakan sholat dan dipraktekan di kamar pribadinya, saat itulah Sun merasa ketenangan.
Oleh Sun gerakan sholat itu kemudian ia jadikan program meditasi di pasukan yg ia pimpinnya setelah Yoga.
Sejak saat itulah sebagian besar prajurit merasakan hal yg sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai. Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam.
Ketika niat memeluk Islam dia disampaikan kepada prajuritnya, disambut dengan suka cita.
"aku telah menemukan cahaya kehidupan yg sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu adalah Islam". katanya.
Sejak itulah spontan 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandanya - untuk juga memeluk Islam.