| Jenderal Yugoslavia, Momcilo Perisic. (AP Photo/Peter Dejong, Pool) |
Jenderal Momcilo Perisic didakwa bersalah oleh pengadilan tinggi PBB di
Den Haag, Belanda, atas kejahatan perang terhadap warga Bonia pada tahun
90-an. Pemimpin tentara Yugoslavia selama perang Bosnia dan Kroasia ini
dihukum 27 tahun di penjara.
Dilansir dari laman BBC, Rabu 7 September 2011, Perisic didakwa bersalah atas persekongkolan melakukan kejahatan, tindakan tidak manusiawi, penganiayaan atas dasar politik, ras, dan agama, serta serangan terhadap warga sipil di Sarajevo dan Srebrenica.
Menurut hakim Bakone Moloto, pria berusia 67 tahun ini juga dinyatakan bersalah karena tidak menghukum anak buahnya yang melakukan pembunuhan, serangan pada masyarakat sipil, serta membuat warga sipil tewas dan terluka pada serangan roket Zagreb Mei 1995.
Dalam persidangan, ditemukan bukti bahwa Perisic juga mengawasi pemberian logistik kepada pasukan Serbia di Bosnia dan Kroasia. Logistik yang dimaksud mencakup jumlah amunisi infantri dan artileri, bahan bakar, suku cadang, serta bantuan teknis dalam jumlah besar.
Selama persidangan, jaksa penuntut Mark Hamon mengatakan bahwa Perisic menjalankan semua aksinya dari jauh. "Dia memang tidak pernah melakukan pembunuhan atau membakar rumah-rumah di Bosnia dan Kroasia dengan tangannya sendiri, namun ia bersekongkol dengan orang-orang yang melakukan semua itu," kata Harmon.
Bukti lain yang muncul dalam persidangan adalah adanya hubungan kerja sama antara Perisic dengan Ratko Mladic, komandan militer Serbia Bosnia yang saat ini juga sedang diadili di Den Haag atas tuduhan kejahatan perang. Namun, tak ditemukan bukti bahwa pria itu memiliki kendali terhadap Mladic atau pihak lain terkait pasukan Yugoslavia.
Dilansir dari laman BBC, Rabu 7 September 2011, Perisic didakwa bersalah atas persekongkolan melakukan kejahatan, tindakan tidak manusiawi, penganiayaan atas dasar politik, ras, dan agama, serta serangan terhadap warga sipil di Sarajevo dan Srebrenica.
Menurut hakim Bakone Moloto, pria berusia 67 tahun ini juga dinyatakan bersalah karena tidak menghukum anak buahnya yang melakukan pembunuhan, serangan pada masyarakat sipil, serta membuat warga sipil tewas dan terluka pada serangan roket Zagreb Mei 1995.
Dalam persidangan, ditemukan bukti bahwa Perisic juga mengawasi pemberian logistik kepada pasukan Serbia di Bosnia dan Kroasia. Logistik yang dimaksud mencakup jumlah amunisi infantri dan artileri, bahan bakar, suku cadang, serta bantuan teknis dalam jumlah besar.
Selama persidangan, jaksa penuntut Mark Hamon mengatakan bahwa Perisic menjalankan semua aksinya dari jauh. "Dia memang tidak pernah melakukan pembunuhan atau membakar rumah-rumah di Bosnia dan Kroasia dengan tangannya sendiri, namun ia bersekongkol dengan orang-orang yang melakukan semua itu," kata Harmon.
Bukti lain yang muncul dalam persidangan adalah adanya hubungan kerja sama antara Perisic dengan Ratko Mladic, komandan militer Serbia Bosnia yang saat ini juga sedang diadili di Den Haag atas tuduhan kejahatan perang. Namun, tak ditemukan bukti bahwa pria itu memiliki kendali terhadap Mladic atau pihak lain terkait pasukan Yugoslavia.