WIKIPEDIA
Salah satu komputer awal buatan IBM.
|
Berkembangnya PC (personal computer)
tidak lepas dari peran IBM yang pertama kali menciptakannya di awal
tahun 1980-an. Tidak hanya di kantor, PC pun hadir di sudut-sudut rumah.
Namun, seiring perkembangan zaman di mana orang tak lagi bekerja di
satu tempat namun punya mobilitas tinggi, PC tak lagi relevan.
Salah satu insinyur yang merancang PC original IBM, Mark Dean, menyatakan dalam blognya bahwa era PC telah berakhir. Dean berpendapat bahwa sekarang adalah saatnya era post-PC.
Dalam malam ulang tahun PC IBM ke-30 pada 12 Agustus 2011, ia tegas
menyatakan bahwa era PC sudah berakhir dan bahwa teknologi selanjutnya
akan lebih efektif. Dalam artian, manusia tak lagi bergantung pada kotak
yang diam di satu tempat, melainkan manusia bisa lebih produktif dengan
perangkat bergerak.
Dean adalah satu dari 12 orang tim teknik IBM yang merancang mesin pertama personal computer
ini di tahun 1981. Saat ini ia menjabat CTO (Chief Techology Officer)
IBM untuk Timur Tengah dan Afrika. Dua hari sebelum perayaan 30 tahun PC
IBM, Dean menulis dalam blognya bahwa PC sedang tergantikan bukan oleh
jenis perangkat baru, melainkan oleh perangkat dengan peran baru, di
mana smartphone dan tablet bisa menjadi inovasi yang berdampak paling
kuat untuk ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa
inovasi berkembang di mana orang-orang dan ide-ide bertemu dan
berinteraksi melalui komputasi. Komputasi bukan lagi bicara sebuah kotak
yang membantu pekerjaan, namun juga inovasi yang bisa menghubungkan
orang-orang sekaligus bisa menyelesaikan pekerjaan mereka kapanpun di
manapun. Pengalaman ini tak bisa didapat apabila manusia masih
bergantung pada PC di atas meja.
Dean juga menulis di blognya
bahwa ia juga secara pribadi telah menggunakan perangkat bergerak dan
meninggalkan PC. Bahkan komputer utamanya saat ini adalah tablet. Ketika
merancang PC 30 tahun lalu, ia tidak pernah terpikir bahwa PC akan
mengalami masa penurunan kebutuhan seperti saat ini. Ia bahkan
membayangkan ada masanya PC akan bernasib sama dengan mesin tik, kaset,
disket, dan bola lampu pijar.
"Saya secara pribadi telah
meninggalkan PC. Komputer utama saya sekarang sebuah tablet. Saat saya
membantu merancang PC, saya tidak berpikir merasakan masa kemundurannya.
Meskipun PC akan makin banyak digunakan, mereka bukan lagi pendukung
komputasi yang utama. Mereka akan senasib dengan tabung vacuum, mesin
tik, kaset, disket, CRT, dan bola lampu pijar," katanya.
Jason Hiner, dari Techrepublic,
menanggapi pernyataan Dean menyatakan bahwa orang-orang yang mahir
dengan PC bisa merasakan keterbatasan dan kecewa dengan pengalaman
tablet. Namun, ia menambahkan, eksekutif seperti Dean yang menghabiskan
seluruh hari untuk bertemu orang dan jarang membuat dokumen sendiri,
adalah orang-orang yang memang membutuhkan tablet.
Menurut Hiner,
masa depan PC adalah chip-nya akan tertanam dalam smartphone dan tablet
untuk penggunaan bergerak dan di perjalanan, namun bisa juga digunakan
dengan mouse, keyboard, dan layar besar ketika pengguna perlu duduk di
meja dan melakukan pekerjaan kreatif. Ketika realitas tersebut datang
dalam skala besar, maka ia siap mengatakan bahwa era post-PC telah tiba.
IBM
sendiri sejak tahun 2005 telah keluar dari bisnis PC dengan menjual
divisi personal computingnya yang terkenal dengan brand Thinkpad kepada
Lenovo China. Kini IBM fokus ke bisnis perangkat dan layanan untuk
bisnis dan korporasi dari server, layanan, dan solusi. Meski demikian,
IBM masih memasok teknologi prosesornya yang terkenal dengan teknologi
Power untuk berbagai perangkat konsumer seperti prosesor untuk Play
Station 3.
Saat ini IBM juga sedang menjalin kerja sama riset
dengan Samsung, Korea. Kedua perusahaan tengah berupaya menggabungkan
kekuatan teknologi prosesor masing-masing untuk menghasilkan prosesor
yang powerfull namun berbiaya murah.