| Penari Polandia sedang latihan secara tim menghadapi even Aceh International Folklore yang dijadwalkan pada 23-26 Juli di Banda Aceh. SERAMBI/M ANSHAR |
BANDA ACEH - Peserta
Aceh International Folklore Festival (AIFF) dari luar negeri terus
berdatangan ke Banda Aceh. Kamis (21/7) kemarin, giliran perwakilan dari
Turki dan Pakistan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda. Sementara
peserta dari Polandia sudah tiba sehari sebelumnya dan sempat menghadiri
jamuan makan malam di kediaman Wakil Gubernur Aceh di Blangpadang.
Festival kesenian rakyat dari berbagai negara di dunia ini dijadwalkan berlangsung 23-25 Juli 2011. Pembukaannya pada 23 Juli di Taman Ratu Safiatuddin (Tarasa) oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Setelah pembukaan, para peserta dari delapan negara akan melakukan parade kebudayaan di open stage (panggung terbuka) Tarasa.
Menurut Ketua Panitia AIFF, Hj Dewi Meuthia ST, seluruh peserta akan hadir hari ini, Jumat (23/7). Festival folklore internasional ini merupakan even kesenian rakyat dunia yang digelar setiap tahun. Tahun ini Aceh terpilih sebagai tuan rumah mewakili Indonesia.
“Ada sepuluh negara yang positif menyatakan ikut AIFF di Aceh, yaitu Turki, Pakistan, Polandia, Srilanka, Lithuania, Italia, Kanada, Afrika Selatan, Malaysia, dan Indonesia. Peserta dari Polandia, Turki, dan Pakistan sudah tiba di Banda Aceh. Malah peserta dari Polandia yang tiba sejak Selasa, sudah belajar beberapa gerakan Saman Gayo dan Seudati dari penari Aceh saat menghadiri acara makan malam sebagai penyambutan,” kata Dewi Meuthia, Kamis (22/7).
Panitia sudah menyiapkan segala kebutuhan peserta, termasuk pementasan yang dibagi pada beberapa tempat seperti di Taman Sari dan Putroe Phang. “Pembukaan dilakukan di Taman Ratu Safiatuddin pada Jumat malam. Pada acara pembukaan akan tampil rapa-i pase dan tarian dari beberapa negara. Undangan yang telah disebar mencapai seribu lembar,” ujar Sarjev, Manajer Pertunjukan AIFF.
Menurut Aidi Kamal, kegiatan yang berada di bawah Conseil International des Organisatins de Festival Folklore et d’Arts Traditionnels (CIOFF) ini telah digelar sejak tahun 1971. “Pusat organisasi ini ada di Prancis dan Indonesia bergabung pada 2003, sedang Aceh pada 2010. Melihat penampilan peserta di Aceh sangat bagus tahun lalu saat kegiatan ini digelar di Turki, maka negara-negara di dunia memilih Aceh untuk menjadi tuan rumah International Folklore tahun ini. Tahun lalu penampilan Aceh mendapat juara III setelah Rusia dan Cypruss,” info Aidi, Sekretaris CIOFF Aceh. (ami)
negara peserta:
Italia (36 orang)
Polandia (32)
Lithuania
Turki (9)
Pakistan (11)
Malaysia
Indonesia
Srilanka (13)
Kanada (25)
Afrika Selatan
agenda festival:
- Jumat (23/7)
* Pukul 16.00: Karnaval keliling kota, peserta naik mobil, diiringi rombongan rapa-i pasee dan serunee kale.
* Pukul 20.30: Pembukaan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Tarasa,
* Penampilan Tari Sambot Jamee (Lasqi), penampilan medley dari The Krak Community, Sanggar Cut Nyak Dhien (Tari Rampoe), dan Lasqi.
* Defile peserta langsung di panggung utama.
- Sabtu-Minggu (24-25 Juli):
* Pukul 16.00: Penampilan terbagi di tiga lokasi yaitu Tarasa, Taman Sari, dan Taman Putroe Phang.
* Pukul 20.30: Penampilan kesenian daerah dari berbagai negara, juga di tiga lokasi.
- Senin (26/7) seluruh kegiatan terpusat di panggung utama.
Festival kesenian rakyat dari berbagai negara di dunia ini dijadwalkan berlangsung 23-25 Juli 2011. Pembukaannya pada 23 Juli di Taman Ratu Safiatuddin (Tarasa) oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Setelah pembukaan, para peserta dari delapan negara akan melakukan parade kebudayaan di open stage (panggung terbuka) Tarasa.
Menurut Ketua Panitia AIFF, Hj Dewi Meuthia ST, seluruh peserta akan hadir hari ini, Jumat (23/7). Festival folklore internasional ini merupakan even kesenian rakyat dunia yang digelar setiap tahun. Tahun ini Aceh terpilih sebagai tuan rumah mewakili Indonesia.
“Ada sepuluh negara yang positif menyatakan ikut AIFF di Aceh, yaitu Turki, Pakistan, Polandia, Srilanka, Lithuania, Italia, Kanada, Afrika Selatan, Malaysia, dan Indonesia. Peserta dari Polandia, Turki, dan Pakistan sudah tiba di Banda Aceh. Malah peserta dari Polandia yang tiba sejak Selasa, sudah belajar beberapa gerakan Saman Gayo dan Seudati dari penari Aceh saat menghadiri acara makan malam sebagai penyambutan,” kata Dewi Meuthia, Kamis (22/7).
Panitia sudah menyiapkan segala kebutuhan peserta, termasuk pementasan yang dibagi pada beberapa tempat seperti di Taman Sari dan Putroe Phang. “Pembukaan dilakukan di Taman Ratu Safiatuddin pada Jumat malam. Pada acara pembukaan akan tampil rapa-i pase dan tarian dari beberapa negara. Undangan yang telah disebar mencapai seribu lembar,” ujar Sarjev, Manajer Pertunjukan AIFF.
Menurut Aidi Kamal, kegiatan yang berada di bawah Conseil International des Organisatins de Festival Folklore et d’Arts Traditionnels (CIOFF) ini telah digelar sejak tahun 1971. “Pusat organisasi ini ada di Prancis dan Indonesia bergabung pada 2003, sedang Aceh pada 2010. Melihat penampilan peserta di Aceh sangat bagus tahun lalu saat kegiatan ini digelar di Turki, maka negara-negara di dunia memilih Aceh untuk menjadi tuan rumah International Folklore tahun ini. Tahun lalu penampilan Aceh mendapat juara III setelah Rusia dan Cypruss,” info Aidi, Sekretaris CIOFF Aceh. (ami)
negara peserta:
Italia (36 orang)
Polandia (32)
Lithuania
Turki (9)
Pakistan (11)
Malaysia
Indonesia
Srilanka (13)
Kanada (25)
Afrika Selatan
agenda festival:
- Jumat (23/7)
* Pukul 16.00: Karnaval keliling kota, peserta naik mobil, diiringi rombongan rapa-i pasee dan serunee kale.
* Pukul 20.30: Pembukaan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Tarasa,
* Penampilan Tari Sambot Jamee (Lasqi), penampilan medley dari The Krak Community, Sanggar Cut Nyak Dhien (Tari Rampoe), dan Lasqi.
* Defile peserta langsung di panggung utama.
- Sabtu-Minggu (24-25 Juli):
* Pukul 16.00: Penampilan terbagi di tiga lokasi yaitu Tarasa, Taman Sari, dan Taman Putroe Phang.
* Pukul 20.30: Penampilan kesenian daerah dari berbagai negara, juga di tiga lokasi.
- Senin (26/7) seluruh kegiatan terpusat di panggung utama.