Para penari dari Italia pada penghujung Pawai AIFF di Gerbang Tarasan-FOTO:jauhari Samalanga
Ribuan
masyarakat Banda Aceh menyambut antusias parade seni dari 12 negara
peserta Aceh International Folklore Festival (AIFF) 2011. Kendati
terlihat lalu lintas selama pawai terkesan kurang diatur, tetapi peserta
terus memberikan salam kepada masyarakat yang memenuhi sepanjang jalan
Teungku Daud Beureueh, seraya memainkan alat musik tradisional dari
Negara mereka masing-masing.
Selepas Adzan asyar pukul 16.00 WIB, peserta Aceh International
Folklore Festival (AIFF) langsung memulai pawai dengan berjalan kaki
sejauh lebih kurang lebih 2 km, beranjak dari kantor Satpol PP di Jambo
Tape, dan berakhir di Arena Taman Ratu Safiatuddin (Tarasa) lampriet,
Banda Aceh Sabtu (23/7).
Adalah Drum band Fatih Bilingual yang berada barisan terdepan,
disusul dengan tuan Rumah Aceh diikuti Negara Turkey, Italia, Pakistan,
peserta lainnya.
Di terik yang menyengat itu, seluruh peserta terlihat sudah siap
dengan busana berornamen Negara masing-masing, termasuk berbagai jenis
alat musik yang mereka mainkan. Pada pukul 17.00 peserta sampai di ratu
Safiatuddin, dan di gerbang area itu telah menunggu dua perempuan Aceh,
yakni Istri Gubernur Aceh Hj. Darwati A Gani dan Istri Wakil Gubernur
Hj. Dewi Meuthia. Kedua istri peminpin Aceh itu tersenyum kala kontestan
menyuguhkan atraksi pendek tari Negara masing-masing dengan di
saksikan masyarakat setempat.
Setelah melakukan atraksi tari masing-masing Negara selama lebih
kurang 1 menit itu, para pimpinan kontestan menyapa dan memberisalam
kepada Darwati dan Dewi, dan selanjutnya terus menuju ruang istirahat di
gedung Dekranas Aceh, dan berakhir pada pukul 17.30 WIB. Acara
pembukaan dimulai pada pukul 20.00 di pentas utama Taman Ratu
Safiatuddin, Banda Aceh..