Rabu, 20 Juli 2011

BEI Lebarkan Sayap hingga ke Aceh


BANDA ACEH - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghadirkan Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) di Aceh guna lebih menyosialisasikan bisnis investasi di pasar modal bagi masyarakat Aceh. Edison Hulu dari Divisi Riset BEI mengatakan, berdasarkan hasil survei, saat ini sedang terjadi kebangkitan pertumbuhan ekonomi di Aceh, dan kondisi ini dinilai sebagai peluang baik bagi prospek bisnis investasi pasar modal.

“Selain itu dilihat dari jumlah tabungan juga cukup signifikan menunjukkan bahwa sumber daya manusia di provinsi Aceh dalam kondisi bagus dan ini menunjukkan prospek yang baik, karena daerah ini juga punya potensi yang besar,” ujar Edison Hulu saat mengisi kegiatan workshop Peluang dan Tantangan Pasar Modal di Banda Aceh, Rabu (20/7/2011).

Diperkirakan dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang, tambahnya, angka pertumbuhan ekonomi di Aceh bisa mencapai 10 persen, seiring dengan kondisi keamanan Aceh yang membaik. “Untuk ini, peran masyarakat lokal akan sangat penting untuk membangun pasar modal, karena ini merupakan obyek, lapangan yang kompetitif,” katanya.

BEI, tambah Edison terus mengupayakan jumlah pemodal lokal, khususnya dari daerah-daerah. Saat ini jumlah investor di pasar modal masih sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. “Potensi daerah Aceh, khususnya di bidang perkebunan sangat besar, tinggal menangani tata kelola hasil produksi saja, dan potensi ini sangat mungkin ditangani oleh masyarakat lokal, yang kemudian pengelolaan keuntungannya bisa pula kemudian diinvestasikan di pasar modal,” urai Edison.

Masyarakat di Aceh, sebut Edison, tak perlu ragu jika ingin menginvestasikan dananya ke pasar modal, karena saat ini bisnis pasar modal juga sudah mendapat registrasi syariah dari dari dewan syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang penerapan prinsip syariah dalam mekanisme perdagangan efek bersifat ekuitas di pasar reguler bursa efek.

Dalam sosialisasi informasi pasar modal ini, hadir pula Divisi Penelitian dan pengembagan Usaha PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Eddy Prabowo dan Andre Taufan Pratama, Divisi Hukum, Komunikasi dan Umum PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).